BREAKING NEWS
← Kembali ke Beranda
Opini

Demokrasi Harus di Jaga, Etika Penyelenggara Menjadi Penting

Oleh Redaksi • 02 September 2026 • 194 Pembaca
Bagikan:
Demokrasi Harus di Jaga, Etika Penyelenggara Menjadi Penting
Nimrod Lasa, S.H., (Ketua Bawaslu Kabupaten Halmahera Barat)

KABATA.ID - JAILOLO, Demokrasi bukan sekadar tentang bagaimana suara rakyat dihitung dalam sebuah pemilihan. Demokrasi juga merupakan tentang bagaimana kekuasaan dijalankan secara jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab. Karena itu, menjaga demokrasi tidak cukup hanya dengan memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, tetapi juga membutuhkan integritas dan etika dari setiap penyelenggara.

Etika penyelenggara pemilu merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik. Ketika penyelenggara mampu menempatkan kepentingan demokrasi di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun kekuasaan, maka independensi lembaga akan tetap terjaga.

Sebaliknya, ketika kewenangan bercampur dengan kepentingan tertentu, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas seorang penyelenggara, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi itu sendiri.

Demokrasi membutuhkan aturan, tetapi demokrasi yang sehat membutuhkan etika. Hukum memberikan batas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sementara etika memberikan kesadaran tentang apa yang patut dilakukan demi kepentingan publik.

Dalam konteks penyelenggaraan pemilu, integritas tidak boleh hanya menjadi slogan. Ia harus tercermin dalam setiap keputusan, tindakan, komunikasi, dan pelayanan kepada peserta pemilu maupun masyarakat. Penyelenggara harus mampu berdiri di tengah, tidak berpihak, serta berani mengambil keputusan berdasarkan prinsip dan aturan, bukan tekanan atau kepentingan.

Pada akhirnya, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh manusia yang menjalankannya. Pemilu yang demokratis bukan hanya menghasilkan siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi memastikan bahwa seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, moral, dan etis.

Karena itu, menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Namun bagi penyelenggara pemilu, tanggung jawab tersebut memiliki dimensi yang lebih besar: menjaga kepercayaan rakyat.
Sebab ketika etika runtuh, kepercayaan ikut melemah. Dan ketika kepercayaan publik hilang, demokrasi kehilangan salah satu fondasi terpentingnya. 
(Red)

BACA JUGA
BERITA TERBARU