BREAKING NEWS
← Kembali ke Beranda
Daerah

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, NU dan GP Ansor Morotai Bagikan 2.500 Masker kepada Warga dan Pelajar

Oleh Redaksi • 12 Oktober 2026 • 56 Pembaca
Bagikan:
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, NU dan GP Ansor Morotai Bagikan 2.500 Masker kepada Warga dan Pelajar
Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Pulau Morotai, Ibrahim Ahmad, S.Sos., M.A., Saat Membagikan Masker ke Pengguna Kendaraan Motor.

KABATA.ID, MOROTAI — Sebanyak 2.500 masker dibagikan kepada masyarakat dan pelajar di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, oleh Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Pulau Morotai, Ibrahim Ahmad, S.Sos., M.A., bersama jajaran pengurus NU yang berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pulau Morotai, Senin (12/10/2026).

Aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kualitas udara di Pulau Morotai yang kian mengkhawatirkan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara.

Pembagian masker menyasar tiga titik, yakni Jalan Raya Desa Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kabupaten Pulau Morotai, serta Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kabupaten Pulau Morotai.

Di Jalan Raya Desa Daruba, rombongan membagikan masker kepada pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Aksi tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan langsung kabut asap yang menyelimuti wilayah Pulau Morotai.

“Kami membagikan masker di dua titik, yang pertama di jalan raya Desa Daruba. Alhamdulillah, banyak pengguna jalan yang bisa mendapatkan masker,” ujar Ketua Tanfidziyah NU Pulau Morotai, Ibrahim Ahmad.

Setelah menyasar pengguna jalan, rombongan melanjutkan aksi sosial ke MIN 2 Kabupaten Pulau Morotai. Di lokasi tersebut, masker diberikan kepada para pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke MTsN 1 Kabupaten Pulau Morotai dengan sasaran yang sama.

Ibrahim mengatakan, pembagian masker tidak hanya bertujuan membantu melindungi masyarakat dari paparan asap, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi agar warga lebih memperhatikan kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

“Semoga dengan pembagian masker ini, masyarakat bisa menggunakannya. Kami juga memberikan imbauan agar tetap berikhtiar dalam kondisi cuaca yang kurang baik. Warga dan pelajar di sini diharapkan setiap hari menggunakan masker untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, terutama yang berkaitan dengan kesehatan,” tegasnya.

Ibrahim juga mengajak para tokoh agama untuk terus mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan sekaligus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kondisi cuaca dan kabut asap segera membaik.

“Kami berharap seluruh masyarakat, stakeholder, maupun instansi lainnya dapat bekerja sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Kami juga mengajak para tokoh agama untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar kondisi cuaca yang kurang baik ini segera berlalu, sehingga kita bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” tutup Ibrahim Ahmad.

Sementara itu, Safrudin Boy selaku Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pulau Morotai menegaskan bahwa keterlibatan Ansor dalam aksi sosial tersebut merupakan bentuk keterpanggilan moral organisasi terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap.

Foto tambahan
Safrudin Boy, Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pulau Morotai Saat Memakaikan Masker ke Salah Satu Pelajar.

Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Ketika pemerintah telah melakukan langkah antisipasi melalui penyediaan air dan mobil pemadam kebakaran (damkar), organisasi kemasyarakatan juga harus mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan fungsi sosialnya.

“Bagi kami, ini merupakan keterpanggilan moral. Tanggung jawab menghadapi dampak karhutla tidak semuanya berada di tangan pemerintah daerah. Jika pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi melalui penyediaan air dan damkar, maka kami sebagai organisasi kemasyarakatan juga harus mengambil bagian melalui aksi nyata, salah satunya dengan membagikan masker kepada masyarakat dan anak-anak sekolah,” ungkap Ketua PC GP Ansor Morotai.

Ia menambahkan, aksi pembagian masker tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penanganan dampak karhutla, khususnya dalam melindungi masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di tengah kabut asap.

“Tujuan kita sama, bagaimana membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. Kami ingin memastikan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berada di tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan kepedulian dan bantuan,” lanjutnya.

Safrudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, organisasi kepemudaan, serta instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, upaya pemadaman kebakaran harus berjalan beriringan dengan langkah perlindungan kesehatan masyarakat.

Kondisi kabut asap yang semakin tebal menjadi perhatian serius karena dalam beberapa waktu terakhir, asap kerap menyelimuti wilayah Pulau Morotai sejak siang hingga malam hari. Situasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kabut asap semakin pekat, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan.

Di akhir pernyataannya, Ketua PC GP Ansor Morotai berharap bencana karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara segera berakhir sehingga kualitas udara di Pulau Morotai kembali membaik.

“Kami berharap kabut asap ini segera berlalu, kebakaran hutan bisa segera ditangani, dan masyarakat Pulau Morotai dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling peduli dan bersama-sama menghadapi situasi ini,” tutupnya.

Melalui aksi pembagian 2.500 masker tersebut, NU dan GP Ansor Pulau Morotai berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan semakin meningkat, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari harus beraktivitas di tengah kabut asap.

Aksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat demi keselamatan dan kesehatan bersama.(Red)

BACA JUGA
BERITA TERBARU