KABATA.ID, HALMAHERA TENGAH. — Bentrokan antara warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, dengan aparat kepolisian terjadi pada Kamis (24/9/2026) pagi.
Kericuhan dipicu aksi protes warga terhadap penangkapan lima warga Banemo yang dilakukan Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Maluku Utara dalam perkara dugaan pembakaran rumah warga Desa Sibenpopo dan dugaan pembunuhan yang terjadi pada April 2026.
Informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap lima warga tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIT. Warga mempersoalkan proses penangkapan karena dilakukan saat sebagian warga masih berada di rumah dan sedang tidur. Sejumlah warga juga menyebut aparat mendatangi rumah warga dan mendobrak pintu saat melakukan penangkapan.
Penangkapan tersebut kemudian memicu aksi protes. Warga mempertanyakan proses penegakan hukum, termasuk penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap warga Banemo berinisial AD alias Ali, yang disebut warga belum terungkap.
Situasi kemudian memanas, akibatnya warga terlibat bentrokan dengan personel Brimob Polda Maluku Utara yang merupakan tim gabungan dengan personel Polres Kabupaten Halmahera Tengah yang dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Sebelumnya, ini merupakan konflik antara Sibenpopo dan Banemo, yang berujung pada pembakaran rumah warga akibat kejadian pada 2 April 2026 setelah salah satu warga Banemo ditemukan meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi di kawasan hutan Desa Bobane Jaya, yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal, peristiwa itulah yang membikin situasi menjadi tegang dan berakhir ricuh bahkan memakan korban.
dalam perkara itu, ternyata proses hukum terus dijalankan oleh pihak kepolisian, dan ada penetapan tersangka berdasarkan laporan polisi.
Namun, Warga Banemo menyayangkan proses penangkapan tersebut, yang menurut mereka bahwa tidak sesuai prosedur, karena tidak ada pemberitahuan ke keluarga terkait penangkapan dan penetapan sebagai tersangka. Sampai sejauh ini, warga berharap ada keterbukaan terkait penetapan tersebut, serta kematian salah satu korban dari Desa Banemo juga harus di usut tuntas.
Kabata.id masih membuka ruang bagi pihak kepolisian, pemerintah daerah, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut.(FAR/Red)