BREAKING NEWS
← Kembali ke Beranda
Veto Ekologis

Industri Tumbuh, Sumur Warga Mengering: Krisis Air di Lelilef Belum Juga Teratasi

Oleh Redaksi • 23 September 2026 • 57 Pembaca
Bagikan:
Industri Tumbuh, Sumur Warga Mengering: Krisis Air di Lelilef Belum Juga Teratasi
Oktaviyana, Ketua Fagawene Kabupaten Halmahera Tengah

KABATA.ID, HALMAHERA TENGAH — Di tengah masifnya aktivitas industri di kawasan Lelilef, Kabupaten Halmahera Tengah, warga lokal justru menghadapi persoalan mendasar berupa air bersih. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber air warga mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memicu keresahan hingga kemarahan.(23/09/2026)

Ketua Fagawene Kabupaten Halmahera Tengah menyebut, sebelum aktivitas industri berkembang seperti saat ini, kondisi kehidupan mereka relatif stabil. Kebutuhan air sehari-hari masih dapat dipenuhi dari sumber air yang tersedia dan kualitas air yang digunakan warga dinilai masih jauh lebih baik. Sementara saat ini berbeda, warga harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, sementara kepastian mengenai penanganan persoalan tersebut belum juga mereka dapatkan.

"Dulu sebelum ada perusahan, kami tidak kesusahan air. Sumber air kami berasal dari sumur dan sungai. Namun sekarang sudah tidak bisa karena air di sungai telah berubah warna dan kotor. Sementara Sumur juga sudah mengering". Ucap Yana

Dalam upaya penanganan sementara, PT IWIP disebut menawarkan mekanisme distribusi air secara bertahap. Namun ditolak oleh warga. Bagi yana, persoalan air bersih bukan persoalan siapa yang mendapatkan lebih dulu, melainkan bagaimana seluruh warga yang terdampak dapat memperoleh akses air secara layak.

"Kami menolak mekanisme yang ditawarkan perusahan. Semua warga merasakan dampak yang sama, sehingga harus di prioritaskan. Mekanisme distribusi air harus jelas dan mendasar, kami khawatir nantinya akan menimbulkan kecemburuan bahkan konflik" tegas yana

Di sisi lain, pekerjaan pembangunan sarana air bersih disebut masih menunggu izin dari PUPR dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Namun Penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat. Sebab, kebutuhan air terjadi hari ini, sementara proses pembangunan dan perizinan membutuhkan waktu.

Warga berharap pemerintah tidak hanya menunggu penyelesaian proses administratif, tetapi mengambil langkah darurat untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi. Dalam kondisi krisis, solusi sementara dinilai harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur permanen.

Selain persoalan air bersih, PT IWIP juga disebut memiliki rencana memberikan kompensasi kepada warga dalam bentuk seng atau material atap rumah. Rencana tersebut menjadi bagian dari pembicaraan antara perusahaan dan masyarakat hadir juga DLH Kabupaten Halmahera Tengah, Pak Camat, serta jajaran terkait dampak yang dirasakan warga, pada 21 Agustus 2026 di Kantor Kecamatan. 

Namun sampai saat ini belum direalisasikan, sehingga warga membutuhkan kepastian mengenai bentuk, mekanisme, penerima, serta waktu realisasi kompensasi tersebut. Karena itu, masyarakat berharap setiap rencana kompensasi disampaikan secara terbuka dan melibatkan warga secara langsung agar tidak menimbulkan perbedaan informasi maupun kecemburuan di lapangan. Tegas Ketua Fagawene

Terakhir, Fagawene Kabupaten Halmahera Tengah juga kembali menyoroti persoalan penyiraman jalan. Mereka  meminta agar penyiraman jalan kembali dilakukan sesuai kesepakatan, yakni tiga kali dalam sehari. 

"Kami berharap tiga point di atas, yakni penangan air bersih, lalu kompensasi seng/atap rumah, serta penyiraman jalan akibat debu harus segera di realisasikan oleh perusahan maupun pemerintah daerah. Sebab hal itu adalah kebutuan dasar kami selaku warga lokal yang hidup di lelilef. Jika hal ini tidak segera di realisasikan kami akan menuntut pihak perusahan dan pemda untuk bertangunng jawab." Tutup Yana (Red) 

KABATA.ID membuka ruang bagi Pemerintah Daerah, DPRD, maupun PT IWIP untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas keluhan masyarakat Lelilef.

BACA JUGA
BERITA TERBARU